LEU : Lingkungan Elok Dan Unggul
Bima NTB, MataTinta.- Lukman Abakar adalah warga Rt 07, Desa Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, yang juga bekerja sebagai salah satu perangkat desa setempat, baru-baru ini mendefinisikan tentang kepanjangan dari kampung kelahiranya yakni Desa Leu, Kamis (11/07/19) di Aula Kantor Desa setempat.

Dikatakannya, LEU adalah singkatan dari “Lingkungan Elok Dan Unggul”. Kepanjangan tersebut, dia ambil dari bebeberapa potensi dan keadaan yang menonjol di desa setempat.
“LEU itu Singkatan dari kata Lingkungan Elok dan Unggul,” katanya.
Jika ditengok dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lingkungan berasal dari kata “Lingkung” yang artinya pembatas. Sedangkan Lingkungan adalah sebuah daerah atau kawasan yang didalamnya terdapat wilayah. Dapat disimpulkan Lingkungan adalah sebuah daerah yang mepunyai batas wilayah.
Sedangkan Elok, dalam KBBI adalah kesederhanaan dari kata Bagus, Indah ataupun Cantik, mempunyai makna bahwa Desa Leu adalah desa yang tertata denga bagus, indah dan cantik. Kata tersebut diambilnya dari postur desa secara fisik yang memang penataannya terlihat strategis dan bagus.
“Elok itukan artinya Bagus atau indah, coba lihat disekeliling desa ini, bagus bukan? indah Bukan? Yaaa tentu indah dan bagus,” serunya.
Sedangkan kata Unggul mempunyai arti, yakni lebih tinggi atau lebih baik, kata itu mengandung makna bahwa desa setempat mempunya keunggulan dalam hal pertanian, perkebunan ataupun perternakan dan perindustrian.
“Desa leu ini, kaya akan hasil pertanian, kaya akan hasil kebun, kaya akan hasil peternakan dan baru-baru ini yang sedang berkembang pesat adalah industri pembuatan kue dan kerupuk di Rt 07 dan di Rt 05 disana masyarakatnya memproduksi bedek dan di Rt lain banyak yang memproduksi kain tenun yang bernama Nggoli dan Songket” jalasnya.
Sumber : Lukman Abakar
Penulis : Abdurrahman
Ulurkan Tanganmu Untuk Ibu
ULURKAN TANGANMU UNTUK IBU
Penulis : Abdurrahman
Toloong
Tolong
Tolong
Tolong aku
Aku minta bantuan kalianSelamatkan aku dari, Dari bala bencanamuTiap hari aku bersedihTiap hari aku menangisTiap hari aku menderitaAku dianggap tiyadaAdakah yang mengulurkan tangannya untukku
Adakah yang mengelus bahukuAdakah yang mengelus pundakkuAbat per-abat aku selalu dibabat, tahun tahun per-tahun, bulan per-bulan, hari per-hari, jam-perjam, menit per-menit, detik per-detik AAAAAAku slalu memberi
Adakah yang memperhatikan akuAdakah yang melirik tentangkuPeduli saja tidak mauPadahal aku adalah ibumuKasihani aku Anakku
Aku Terlalu banyak menderita karna kutanggung beban untukmuToloongTolongTolongTolong aku anakku
Dengarlah jeritanku
Menjerit meminta uluuran tanganmuSebab aku adalah tanahmuTanah BIMAmu
Tanah yang melahirkan dirimuTanah yang membesarkanmuAku adalah Ibumu AnakuSebab aku yang memberimu aku yang membuatmu seperti ini, sampai sa,at ini
Jadi berilah kontribusi untukkuJangan hanya kau hidup diataskuTolonglah aku AnakuSingkirkanlah noda-noda dan penyakit yang ada di pundakku
Sucikanlah aku karana tanganmuBersihkan aku dengan pedulimuSebab suatu sa,at nanti engkaupun akan kembali padakuPada Ibu kandungmuTanah Bimamu
DISKOTIK KAMPUS
Karya : Muslimin Bontomarannu
Ketika elit-elit politik telah di jejali
Pelacur- pelacur materialis
Sebuah realita, bahwa negeri ini mengalami keterpurukan dan terjerambat dalam lubang kenistaan berbagai krisis.
Namun berjuta harapan dan titipan muncul di benak minoritas kepala untuk penghuni fasilitas megah, yaitu, M A H A S I S W A yang teridentik manusia cerdas dan tersadar.
Mahasiswa adalah generasi emas di pundaknya tersimpan amanat demi kemajuan bangsa. Terbukti terbengkalainya orde baru dikala zaman 98.
Tapi dengan perputaran waktu, semuanya telah beda atas alasan berkiblat pada kekinian.
Sehingga munculah berbagai problematika yang unik dan aneh di tengah wadah dambaan negeri.
Gelap….
Hitam…
Suram…
Iri….
Nafsu di jadikan sahabat.
Wahai…MAHASIWA, kau lupa diri !!!
Temanmu berdiskusi kau bilang berisik,
Temanmu membaca kau bilang kampungan,
Sedangkan kau ….!!
Yang telajang atas ranjang kos-kosan mengangap biasa karna merasa diri manja.
Wahai…MAHASISWA, bercerminlah…?
Untuk apa kau hadir…?
Dan apa yang kau lakukan…?
Lalu tujuan mu apa…?
Apakah kau hadir sebagai preman…!!!
Sehingga semaumu kau pukul bahkan kau bacok.
Apakah kau hadir sebagai pemabuk…!!!
Lalu kau mengumbar-umbarkan di atas kursi depan papan, banyaknya alkohol yang sudah kau minum atau jenis-jenis lain yang telah di konsumsi.
Terus apakah kau hadir sebagai pembohong, penipu…!!!
Membanggakandiri tanpa kualitas, berprestasi atas bantuan kerja cerdas google.
Dan apakah kau hadir sebagai model…!!!
Lalu gaya dan style mu super ketat,
Dan bodi montok mu tertonton ramai-ramai oleh berbagai mahluk.
Atau….kau hadir sebagai pelacur, sehingga sudah berapa dosen yang bermain mata dengan mu dan sudah berapa banyak lelaki tampan yang kau nunggangi di sudut ruangan.
Wahai…MAHASISWA sadarlah sebelum kau menyesal,
Hey…MAHASISWA kau adalah generasi yang berbelati keberanian, bertameng kekokohan, bersenjata keyakinan dengan peluru syahadat.
Itu, baru namanya M A H A S I S W A .
Jelas…
Paham…
Mengerti….
Kampus Ha..Ha.Hi..Hi
Istimewa
Bukan karena banyaknya mahasiswa yang lucu membuat kampusku selalu kocak
Justru karena banyaknya mahasiswa yang lucu membuat banyak yang mengganggu dan bikin muak
Kampus ini lucu karena para pejabatnya suka mengocok perut
Banyak yang terus pamer kebodohan dan keangkuhan yang menggelikan
Banyak yang pamer kekuatan dengan aksi yang menyesakkan
Dan lucunya lagi, banyak yang unjuk kepintaran dengan perkataan dan tindakan lawakan
Kampusku lucu dengan para pejabatnya yang lucu-lucu
Ha…ha..haa..hi..hi..hii..lucu seeekali..!!!
Pembawa perubahan aksinya miring
Stakeholder pendidikan kepalanya pusing
Aktiv_viks main mata dengan maling
Penyambung aspirasi baunya pesing
Hi..hi..hiii….!!
Kalian jual retorika untuk mengelabui temanmu yang terisolir
Kasihan untuk kawanmu yang pesimis
Kalian hafal pepatah petitih untuk mengelabui mereka yang tertindih
Anjing menggogong kafilah berlalu
Temanmu menggonggong kalian makin terlalu
Ada udang di balik batu
Kalian seperti orang-orang batu
Sekali dayung dua pulau terlampauwi
Sekali ngomong dua temanmu terkelabui
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang
Kalian mati meninggalkan dosa
Hujan emas di kampus orang, hujan batu di kampus sendiri
Kenapa tidak!!! Mariii hujan hujatan caci maki sampai setengah mati
Bima, 29 Mei 2018.
Pos blog pertama
Istimewa
Media Matatinta merupakan media online yang menyajikan kabar/berita Nasional sampai Desa.


