Karya : Muslimin Bontomarannu
Ketika elit-elit politik telah di jejali
Pelacur- pelacur materialis
Sebuah realita, bahwa negeri ini mengalami keterpurukan dan terjerambat dalam lubang kenistaan berbagai krisis.
Namun berjuta harapan dan titipan muncul di benak minoritas kepala untuk penghuni fasilitas megah, yaitu, M A H A S I S W A yang teridentik manusia cerdas dan tersadar.
Mahasiswa adalah generasi emas di pundaknya tersimpan amanat demi kemajuan bangsa. Terbukti terbengkalainya orde baru dikala zaman 98.
Tapi dengan perputaran waktu, semuanya telah beda atas alasan berkiblat pada kekinian.
Sehingga munculah berbagai problematika yang unik dan aneh di tengah wadah dambaan negeri.
Gelap….
Hitam…
Suram…
Iri….
Nafsu di jadikan sahabat.
Wahai…MAHASIWA, kau lupa diri !!!
Temanmu berdiskusi kau bilang berisik,
Temanmu membaca kau bilang kampungan,
Sedangkan kau ….!!
Yang telajang atas ranjang kos-kosan mengangap biasa karna merasa diri manja.
Wahai…MAHASISWA, bercerminlah…?
Untuk apa kau hadir…?
Dan apa yang kau lakukan…?
Lalu tujuan mu apa…?
Apakah kau hadir sebagai preman…!!!
Sehingga semaumu kau pukul bahkan kau bacok.
Apakah kau hadir sebagai pemabuk…!!!
Lalu kau mengumbar-umbarkan di atas kursi depan papan, banyaknya alkohol yang sudah kau minum atau jenis-jenis lain yang telah di konsumsi.
Terus apakah kau hadir sebagai pembohong, penipu…!!!
Membanggakandiri tanpa kualitas, berprestasi atas bantuan kerja cerdas google.
Dan apakah kau hadir sebagai model…!!!
Lalu gaya dan style mu super ketat,
Dan bodi montok mu tertonton ramai-ramai oleh berbagai mahluk.
Atau….kau hadir sebagai pelacur, sehingga sudah berapa dosen yang bermain mata dengan mu dan sudah berapa banyak lelaki tampan yang kau nunggangi di sudut ruangan.
Wahai…MAHASISWA sadarlah sebelum kau menyesal,
Hey…MAHASISWA kau adalah generasi yang berbelati keberanian, bertameng kekokohan, bersenjata keyakinan dengan peluru syahadat.
Itu, baru namanya M A H A S I S W A .
Jelas…
Paham…
Mengerti….
